03
Jumat,
Mei
MORFOLOGI DAUN
Daun merupakan salah satu organ tumbuhan yang tumbuh dari batang, umumnya berwarna hijau (mengandung klorofil) dan terutama berfungsi sebagai penangkap energi dari cahaya matahari melalui fotosintesis. Daun merupakan organ terpenting bagi tumbuhan dalam melangsungkan hidupnya karena tumbuhan adalah organisme autotrof obligat, ia harus memasok kebutuhan energinya sendiri melalui konversi energi cahaya menjadi energi kimia.
1.Bentuk Daun (Morfologi)
Bentuk daun sangat beragam, namun biasanya berupa helaian, bisa tipis atau tebal. Gambaran dua dimensi daun digunakan sebagai pembeda bagi bentuk-bentuk daun. Bentuk dasar daun membulat, dengan variasi cuping menjari atau menjadi elips dan memanjang. Bentuk ekstremnya bisa meruncing panjang.
Daun juga bisa bermodifikasi menjadi duri (misalnya pada kaktus), dan berakibat daun kehilangan fungsinya sebagai organ fotosintetik. Daun tumbuhan sukulen atau xerofit juga dapat mengalami peralihan fungsi menjadi organ penyimpan air. Daun segar (kiri) dan tua. Daun tua telah kehilangan klorofil sebagai bagian dari penuaan.
Warna hijau pada daun berasal dari kandungan klorofil pada daun. Klorofil adalah senyawa pigmen yang berperan dalam menyeleksi panjang gelombang cahaya yang energinya diambil dalam fotosintesis. Sebenarnya daun juga memiliki pigmen lain, misalnya karoten (berwarna jingga), xantofil (berwarna kuning), dan antosianin (berwarna merah, biru, atau ungu, tergantung derajat keasaman). Daun tua kehilangan klorofil sehingga warnanya berubah menjadi kuning atau merah (dapat dilihat dengan jelas pada daun yang gugur).
2. Fungsi Pada Daun
a) Struktur Jaringan luar Daun
Secara morfologi daun terdiri dari:
– Helaian daun ( lamina ).
Daun yang memiliki ketiga bagian tersebut disebut daun sempurna, misalnya daun pisang dan daun talas. Daun yang tidak memiliki satu atau lebih bagian daun disebut daun tidak sempurna, misalnya daun mangga dan daun jambu.
Pada lembaran permukaaan daun terdapat tulang atau urat daun. Tipe tulang daun ada empat macam, yaitu:
– menyirip, misalnya pada daun mangga,
– menjari, misalnya pada daun pepaya,
– melengkung, misalnya pada daun gadung,
– sejajar, misalnya pada daun jagung,
Tumbuhan dikotil umumnya memiliki daun dengan susunan tulang daun menyirip dan menjari. Sedangkan tumbuhan monokotil memiliki daun dengan susunan tulang daun sejajar atau melengkung.
b) Struktur Jaringan dalam Daun
1) Epidermis Daun
2) Mesofil Daun (Jaringan dasar)
3) Berkas Pengangkut Daun
4) Jaringan Tambahan Daun
1) Struktur Jaringan Penyusun Daun Dikotil
Adapun macam jaringan daun Dikotil, letak, fungsi, dan ciri-ciri dijelaskan dalam Tabel 1 berikut
2) Struktur Jaringan Penyusun Daun Monokotil
2. Fungsi Pada Daun
1. Tempat terjadinya fotosintesis. Fotosintesis adalah proses pembuatan makanan pada tumbuhan hijau dengan bantuan cahaya matahari. Salah satu proses Fotosintesis tumbuhan terjadinya pada daun.
2. Sebagai organ pernapasan atau respirasi. Pada daun terdapat stomata atau mulut daun dimana merupakan saluran pernafasan tempat daun menghirup CO2 dari udara dan membuang O2 ke udara.
3. Tempat terjadinya transpirasi.
Transpirasi adalah proses menguapnya air dari tumbuhan. Proses transpirasi tumbuhan terjadi melalui stomata atau mulut daun yang terdapat pada permukaan daun, terutama pada permukaan daun bagian bawah. Transpirasi biasanya terjadi pada siang hari dengan bantuan sinar matahari.
Transpirasi adalah proses menguapnya air dari tumbuhan. Proses transpirasi tumbuhan terjadi melalui stomata atau mulut daun yang terdapat pada permukaan daun, terutama pada permukaan daun bagian bawah. Transpirasi biasanya terjadi pada siang hari dengan bantuan sinar matahari.
4. Tempat terjadinya gutasi.
Gutasi adalah proses pelepasan air dalam bentuk cair dari jaringan daun. Gutasi terjadi saat kondisi penyerapan air tinggi namun laju transpirasi rendah ataupun saat kelembaban udara tinggi sehingga penguapan air sulit terjadi. Gutasi biasanya terjadi pada malam hari dimana tetesan air yang terkumpul di daun akibat gutasi biasanya di anggap sebagai embun.
Gutasi adalah proses pelepasan air dalam bentuk cair dari jaringan daun. Gutasi terjadi saat kondisi penyerapan air tinggi namun laju transpirasi rendah ataupun saat kelembaban udara tinggi sehingga penguapan air sulit terjadi. Gutasi biasanya terjadi pada malam hari dimana tetesan air yang terkumpul di daun akibat gutasi biasanya di anggap sebagai embun.
5. Alat reproduksi vegetatif. Daun juga berfungsi sebagai alat perkembangbiakan vegetatif. Contoh yang paling mudah adalah pada perkembang biakan daun cocor bebek dan tanaman akasia.
3. Struktur Jaringan Penyusun daun
Daun berbentuk pipih melebar dan berwarna hijau. Daun ditopang oleh tangkai daun. Tangkai daun berhubungan dengan tulang daun. Tulang daun bercabang-cabang membentuk jaring jaring pembuluh angkut. Struktur daun dibedakan atas struktur luar dan struktur dalam.
a) Struktur Jaringan luar Daun
Secara morfologi daun terdiri dari:
– Helaian daun ( lamina ).
– Tangkai daun ( petiolus ), terdapat bagian yang menempel pada batang disebut pangkal tangkai daun. Ada tumbuhan tertentu yang daunnya tidak bertangkai daun, misalnya rumput.
– Pelepah daun ( folius ), pada tumbuhan monokotil pangkal daun pipih dan lebar serta membungkus batangnya. Misalnya: pelepah daun pisang dan pelepah daun talas.
Gambar 1. Struktur luar daun.
Daun yang memiliki ketiga bagian tersebut disebut daun sempurna, misalnya daun pisang dan daun talas. Daun yang tidak memiliki satu atau lebih bagian daun disebut daun tidak sempurna, misalnya daun mangga dan daun jambu.
Pada lembaran permukaaan daun terdapat tulang atau urat daun. Tipe tulang daun ada empat macam, yaitu:
– menyirip, misalnya pada daun mangga,
– menjari, misalnya pada daun pepaya,
– melengkung, misalnya pada daun gadung,
– sejajar, misalnya pada daun jagung,
Tumbuhan dikotil umumnya memiliki daun dengan susunan tulang daun menyirip dan menjari. Sedangkan tumbuhan monokotil memiliki daun dengan susunan tulang daun sejajar atau melengkung.
b) Struktur Jaringan dalam Daun
1) Epidermis Daun
Epidermis berupa satu lapis sel yang dindingnya mengalami penebalan dari zat kutin (kutikula) atau kadang dari lignin. Pada epidermis terdapat stomata (mulut daun) yang diapit oleh dua sel penutup. Stomata ada yang terletak di permukaan atas saja, misalnya pada tumbuhan yang daunnya terapung (pada daun teratai), ada yang di permukaan bawah saja, dan ada pula yang terdapat di kedua permukaan daun (atas dan bawah). Tanaman Ficus mempunyai epidermis yang tersusun atas dua lapis sel. Alat-alat tambahan yang terdapat di antara epidemis daun, antara lain trikoma (rambut) dan sel kipas. Bentuk epidermis dan stomata dapat Anda amati pada Gambar 2. dan 3.
Gambar 2. Epidermis dengan stomata
Gambar 3.
Penampang melintang stomata
Penampang melintang stomata
2) Mesofil Daun (Jaringan dasar)
Mesofil terdiri dari sel-sel parenkim yang tersusun renggang dan banyak ruang antarsel. Pada kebanyakan daun Dikotil, mesofil terdiferensiasi menjadi parenkim palisade (jaringan tiang) dan parenkim spons (jaringan bunga karang). Sel-sel palisade bentuknya memanjang, mengandung banyak kloroplas, dan tersusun rapat. Parenkim spons bentuknya tidak teratur, bercabang, mengandung lebih sedikit kloroplas, dan tersusun renggang.
3) Berkas Pengangkut Daun
Berkas pengangkut terdapat pada tulang daun yang berfungsi sebagai alat transpor dan sebagai penguat daun.
4) Jaringan Tambahan Daun
Jaringan tambahan meliputi sel-sel khusus yang umumnya terdapat pada mesofil daun, misalnya sel-sel kristal dan kelenjar.
Sekarang kita akan mempelajari perbedaan struktur jaringan penyusun daun Monokotil dan Dikotil tersebut dengan lebih rinci.
1) Struktur Jaringan Penyusun Daun Dikotil
Bentuk daun Dikotil bermacam-macam, bertangkai daun, dan urat daunnya menyirip atau menjari. Struktur daun Dikotil dapat Anda amati pada Gambar 4.
Gambar 4.
Struktur jaringan daun dan urat daun tumbuhan Dikotil
Struktur jaringan daun dan urat daun tumbuhan Dikotil
Adapun macam jaringan daun Dikotil, letak, fungsi, dan ciri-ciri dijelaskan dalam Tabel 1 berikut
Tabel 1. Jaringan Penyusun Daun Dikotil Beserta Letak, Fungsi, dan Ciri-Cirinya
No | Jaringan | Letak | Fungsi | Ciri - Ciri |
a) | Epidermis | Menyusun lapisan permukaan atas dan bawah daun. | – Melindungi lapisan sel di bagian dalam dari kekeringan. – Menjaga bentuk daun agar tetap. | Terdiri dari satu lapis sel kecuali tanaman Ficus (tanaman karet). |
b) | Kutikula | Melapisi permukaan atas dan bawah daun. | Zat kutin pada kutikula mencegah penguapan air melalui permukaan daun. | Penebalan dari zat kutin. |
c) | Stomata | Melapisi permukaan atas dan bawah daun | – Sebagai jalan masuk dan keluarnya udara. – Sel penjaga sebagai pengatur membuka dan menutupnya stomata. | Mulut daun pada epidermis dengan dua sel penutup |
d) | Rambut dan kelenjar | Permukaan atas dan bawah daun. | Alat pengeluaran. | Alat tambahan pada epidermis |
e) | Mesofil | Di antara lapisan epidermis atas dan bawah. | Tempat berlangsungnya fotosintesis. | – Terdiri dari sel parenkim, banyak ruang antarsel. – Kebanyakan berdiferensiasi
menjadi palisade (jaringan
tiang) dan spons (jaringanbunga karang). – Sel-sel jaringan tiang berbentuk silinder, tersusun rapat, dan mengandung klorofil. – Sel-sel jaringan bunga karang bentuknya tidak teratur, bercabang- cabang dan berisi kloroplas, susunannya renggang. |
f) | Urat daun | Pada helai daun. | Transportasi zat. | Menyirip atau menjari. |
2) Struktur Jaringan Penyusun Daun Monokotil
Daun Monokotil berbentuk seperti pita dan pada pangkalnya terdapat lembaran yang membungkus batang, serta urat daunnya sejajar. Struktur daun Monokotil dapat Anda amati pada Gambar 5.
Gambar 5. Struktur jaringan daun dan urat daun Monokotil
Adapun macam, letak, fungsi, dan ciri-ciri jaringan penyusun daun Monokotil, dijelaskan dalam Tabel 2. berikut.
Tabel 2. Jaringan Penyusun Daun Monokotil Beserta Letak, Fungsi, dan Ciri-Cirinya
o | Jaringan | Letak | Fungsi | Ciri - Ciri |
a) | Epidermis dan kutikula | Lapisan permukaan atas dan bawah daun. | – Melindungi lapisan sel di bagian dalam dari kekeringan. – Mencegah penguapan air melalui permukaan daun. | Terdiri dari satu sel dengan penebalan dari zat kutin. |
b) | Stomata | Berderet di antara urat daun. | Sebagai jalan masuk dan keluarnya udara. | Mulut daun dengan dua sel penutup. |
c) | Mesofil | Pada cekungan di antara urat daun. | Membuat zat makanan melalui fotosintesis. | Tidak mengalami diferensiasi, bentuknya seragam kecuali mesofil berkas pengangkut lebih besar, kloroplasnya lebih sedikit, dindingnya lebih tebal. |
d) | Urat daun | Pada helai daun. | Transportasi zat. | Sejajar. |
2 komentar:
makasih
Bermanfaat sekali :)
Posting Komentar